Emmaninka Baby & Kids

Cara Memilih Alas Stroller Bayi yang Nyaman dan Tidak Bikin Gerah

· Tim Emmaninka

Banyak bayi rewel di stroller bukan karena bosan, tapi karena dudukannya tidak nyaman. Jok bawaan stroller biasanya tipis, licin, dan cepat panas kena matahari. Di sinilah alas stroller bayi (stroller pad) membantu: dudukan jadi lebih empuk, punggung tetap adem, dan posisi bayi lebih stabil.

Tapi tidak semua alas stroller sama. Berikut hal-hal yang perlu Mommies cek sebelum membeli.

1. Pastikan bentuknya anatomis

Bayi, terutama newborn, belum bisa menopang tubuhnya sendiri dengan baik. Alas stroller yang bentuknya mengikuti lekuk tubuh (anatomis) membantu menahan punggung dan pinggul supaya si kecil tidak merosot ke samping.

Perhatikan juga bagian kepala dan bahu. Alas yang terlalu datar membuat bayi mudah bergeser setiap kali stroller melewati jalan yang tidak rata.

2. Pilih bahan yang adem dan menyerap keringat

Indonesia panas dan lembap. Bayi juga lebih mudah berkeringat dibanding orang dewasa. Karena itu, bahan adalah faktor paling penting:

  • Bagian depan sebaiknya lembut, menyerap keringat, dan tidak membuat gatal.
  • Bagian belakang idealnya memakai 3D mesh, yaitu lapisan berpori yang membuat udara tetap mengalir di antara punggung bayi dan jok stroller.

Kombinasi ini yang membuat alas stroller terasa "anti gerah" meski dipakai jalan-jalan di siang hari.

3. Cek belt atau pengait anti geser

Alas stroller yang hanya diletakkan begitu saja akan melorot setelah beberapa menit, apalagi kalau bayi aktif bergerak. Pilih alas dengan fixation belt, yaitu lubang atau tali yang dilewati sabuk pengaman stroller. Dengan begitu alas terkunci di tempatnya dan sabuk pengaman tetap bekerja normal.

4. Sesuaikan ukuran dengan stroller

Ukuran alas stroller yang umum sekitar 40x70 cm. Ukuran ini muat di sebagian besar stroller, dari stroller kabin yang ringkas sampai stroller besar. Sebelum membeli, ukur panjang dudukan sampai sandaran stroller Anda, lalu bandingkan.

Kalau alasnya bisa dipakai di stroller, car seat, maupun bouncer, nilainya jadi lebih tinggi karena terpakai lebih lama.

5. Mudah dicuci dan cepat kering

Alas stroller pasti kena tumpahan susu, air liur, atau sisa makanan saat si kecil mulai MPASI. Pilih yang:

  1. Bisa dicuci dengan air dingin dan deterjen lembut.
  2. Tidak luntur dan tetap empuk setelah dicuci berulang kali.
  3. Cepat kering saat dijemur.

Hindari pemutih, dan pastikan alas benar-benar kering sebelum dipasang lagi supaya tidak lembap dan berbau.

6. Jangan lupakan motif

Ini bukan sekadar soal gaya. Motif yang lucu membuat foto jalan-jalan si kecil lebih manis, dan banyak orang tua senang punya dua alas berbeda supaya ada cadangan saat salah satunya dicuci. Beberapa toko, termasuk Emmaninka, juga menerima custom motif dan nama anak.

Kapan bayi bisa mulai pakai alas stroller?

Alas stroller dengan bentuk anatomis bisa dipakai sejak newborn hingga balita, selama bayi tetap memakai sabuk pengaman stroller dan selalu diawasi. Untuk newborn, pastikan posisi sandaran stroller sesuai anjuran pabrik stroller Anda.

Ringkasan

Alas stroller yang baik itu anatomis, adem (ada 3D mesh), tidak geser (ada belt), ukurannya pas, dan mudah dicuci. Kalau lima hal ini terpenuhi, si kecil akan jauh lebih betah diajak jalan-jalan.

Ingin lihat contohnya? Alas stroller bayi Emmaninka dibuat dengan 3D mesh di bagian belakang, fixation belt anti geser, dan ukuran sekitar 40x70 cm yang fit di hampir semua stroller. Pilihan motifnya bisa dilihat di koleksi stroller pad. Untuk selimut tipis yang juga enak dipakai di stroller, cek swaddle blanket kami.

Pilihan Stroller Pad

Artikel Lainnya